📜 Asal-Mula Desa Lawata
Pemekaran dari Desa Pakue
Warga lokal menjelaskan bahwa Desa Lawata awalnya merupakan bagian dari Desa Pakue (desa induk). Desa Pakue ini adalah desa tertua dan pusat pemerintahan di wilayah tersebut, sebelum pemekaran dilakukan ke Desa Lawata untuk memperluas wilayah administratif dan memperbaiki pelayanan publik .
🏛️ Peta Administratif
Setelah terbentuknya Kabupaten Kolaka Utara pada 18 Desember 2003 (UU No. 29/2003), Kecamatan Pakue Utara terdiri dari 9 desa, termasuk Lawata .
Kecamatan Pakue dan pemekarannya (Klik → Pakue Tengah, Pakue Utara) juga menjadi bagian dari restrukturisasi administratif pasca kabupaten baru ini terbentuk .
🕰️ Peristiwa Sejarah Desa
Pada 1954, dua helikopter militer dari Kodam Siliwangi jatuh/ meledak di tepi pantai dekat Lapangan Lawata dalam operasi pemberantasan pemberontakan DI/TII pimpinan Kahar Muzakkar. Salah satunya tidak menimbulkan korban jiwa, namun bekasnya masih bisa ditemukan di desa tersebut .
Desa Lawata dulunya pernah menjadi markas besar puluhan hingga ribuan pasukan Kodam Siliwangi bersama pasukan lokal untuk operasi anti-pemberontakan. Tokoh seperti Jenderal Ahmad Yani, LB. Moerdani, dan Ali Moertopo pernah berkunjung ke sana .
Setelah kematian Kahar Muzakkar di Sungai Lasolo (1967), jenazahnya sempat dibawa ke Desa Lawata sebelum diterbangkan ke Makassar. Setelahnya, sekitar 400 anggota kelompoknya turun ke desa ini dan disambut oleh ribuan tentara dan pejabat militer saat rekonsiliasi .
✅ Tantangan & Perkembangan Desa
Penduduk Desa Lawata saat ini: sekitar 6,5 km² dengan 798 jiwa, mayoritas nelayan, berbatasan langsung dengan Teluk Bone, Desa Amowe, Desa Kalo, dan Desa Pakue .
Desa ini menjadi penyintas angka stunting tertinggi di kecamatan (17–18 balita), sehingga diadakan program percepatan penurunan stunting bersama berbagai instansi daerah .
Ada pula masalah abrasi pantai yang mengancam rumah warga; pemerintah daerah telah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan talud (pembatas pantai) .
Budaya lokal suku Bajo juga terus dikembangkan melalui pelatihan dan proyek masyarakat, seperti pengerjaan sumur bor, rumpon, dan pelestarian seni tari tradisional .
🧭 Kesimpulan
1. Desa Lawata adalah hasil pemekaran administratif dari Desa Pakue, seiring dengan perubahan wilayah setelah terbentuknya Kabupaten Kolaka Utara (Desember 2003).
2. Desa ini memiliki makna historis yang kuat sebagai basis militer penting pada era 1950-an–1960-an, terkait operasi DI/TII.
3. Saat ini, fokus utama pemerintah desa dan kecamatan adalah mengatasi masalah stunting penduduk, abrasi pantai, dan pelestarian budaya suku Bajo.